Blog EntryWhat does music field offer to you?May 7, '08 3:21 AM
for everyone

Continuing my earlier posting about music field, I post another short writing about the world of music career.This is another posting of mine that hopefully will broaden our knowledge in music. In my perspective, generally, music field offers you 4 departments of musical career, and those departments are:

- Music education

- Music production

- Music performance

- Music business consultant/ management/ professionals.

Every department offers you varieties of job in music field. What we might think that music is just about playing music, it is actually offers a lot more than that. We can continue our discussion after this posting. First, I would like to know your respond:)


27 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kondombocor wrote on May 7
musik bikin hidup lebih hidup maylaf...
selectapop wrote on May 7
karena saya bekerja di label, jadi lebih di music business consultant.

di band saya everybody loves irene, saya sudah 3 tahun menjadi synthesizer player dan manager


satu lagi.. sekarang saya mencoba mendalami sesuatu yang baru: MUSIC RESEARCHER. mencoba meriset semua aspek di dalam industri musik indonesia
tuakbuli wrote on May 7
- Music performance

Saya suka pertunjukan musik, lebih hidup dan interaktif...
:p
maylaffayza wrote on May 7, edited on May 7
karena saya bekerja di label, jadi lebih di music business consultant.

di band saya everybody loves irene, saya sudah 3 tahun menjadi synthesizer player dan manager


satu lagi.. sekarang saya mencoba mendalami sesuatu yang baru: MUSIC RESEARCHER. mencoba meriset semua aspek di dalam industri musik indonesia
Thank you for sharing this to us. Here we can see a lot of job invented and developed from musical world.Can you chare to us, what do you do in music research? It would be great if we can learn from you as well.
selectapop wrote on May 7
i wrote some case study about music industry in Indonesia. like piracy and digital trends among us. now, im writing about how to sell digital music like full track download in indonesia for my master degree thesis.

one thing. what indonesian need is education. music education. music education is not about chords and partitur... but how to respect each other.

maylaffayza wrote on May 7, edited on May 7
i wrote some case study about music industry in Indonesia. like piracy and digital trends among us. now, im writing about how to sell digital music like full track download in indonesia for my master degree thesis.

one thing. what indonesian need is education. music education. music education is not about chords and partitur... but how to respect each other.

It will be a great thesis, we need more people like you. Incase you need any help for your thesis, I will be more than happy to help you.Keep it up!
selectapop wrote on May 7
thx mba fay. i need support from everybody who loves music. nanti pasti akan ada kuisioner
bestinaguswuri wrote on May 7
- Music business consultant/ management/ professionals.
huehue, i'm on this part miss.
arinarin wrote on May 7
How about music publication?
i'm a freelance CD cover designer, so i might be on the field :D
annisa4482 wrote on May 7, edited on May 7
I like both music education and performance. :P

I don't do commercial performances, tapi disini aku join local symphony orchestra, and I love it! :)
oh yea.. I love teaching little kids too ... :)
igloodesigndecor wrote on May 7
music busniess consultant/management buat g lebih menarik soalnya kan lebih ke arah konseptor
anzarra wrote on May 7
well, i guess i'm a musician maid.

saya mencarikan minuman mineral yang merknya harus sesuai dengan rider. saya mengambilkan handuk yang ketinggalan di kursi drum. saya menjadwalkan kapan kamar dibuka dan didistribusikan konsumsi. saya mengantar mereka ke toilet. saya memasangkan cardigan sebelum mereka tampil. saya mencarikan peniti jika kostum mereka ada bagian yang lepas. saya mencarikan gulungan kabel supaya mereka bisa make-up. dan tentu, yang sering sekali saya lakukan adalah memasangkan kertas berisi lirik di monitor panggung untuk mereka. kejadian terakhir sama seorang penyanyi wanita, saya ngebut 30 menit di nusa dua bali bolak-balik untuk memasangkan itu. haha.

i guess i'm a musician maid. bahasa kerennya, liaison officer. dan sekarang saya baru resign dr kerjaan itu. :)
bestinaguswuri wrote on May 7
anzarra said
i guess i'm a musician maid. bahasa kerennya, liaison officer. dan sekarang saya baru resign dr kerjaan itu. :)
saya pengen jadi LO, huhuhu..kapan ya ada yg nawarin..
cafedemira wrote on May 7
yeeaahh..Long Live every Production Maid....... :)) naynyi gw ngga bisa, alat musik juga engga, ya bisanya jadi kuli produksi ajah dear....btw..how are you?
thedyingsirens wrote on May 7
tau buku 'Moving up in the music business gak?" bagus tuh! =)
mryasha wrote on May 7
bisa jadi Super Manager ;>
mryasha wrote on May 7
how to respect each other.
How should musicians respect each other? By being cool to each other? Being 'understanding'?

Before respecting each other, musicians need to respect their profession, that it is indeed a profession.

Not a hobby. Not to be cool. Not to be able to hang out with the 'cool kids'.

We all try to make a living here. Move forward. To progress in life.

Are most musicians in Indonesia taking themselves seriously already?
mryasha wrote on May 7
An... What you did was very important.

Riders are there for a reason. I happen to have quite a cozy office to work in, and am privileged to know that certain things will be there for sure, such as:

- I know what time I'm supposed to come in, and how late I can be before I get yelled at
- I know that the internet connection will be there when I put down my laptop and plug the LAN cable in
- I know the glass of water on my desk was just filled an hour before
- I know that I can always order Bubur Ayam from around the corner for Rp 6.000
- There's a Circle K next door for me to buy snacks and other logistics to keep me going for the day.

As a performer, each venue and each event is a different place. Each one poses so many x-factors that could potentially harm a performance, such as:

- spoiled food or water that could cause poisoning
- food too spicy could cause diarrhea
- toilet not clean enough
- too many people walking around, and no security: things could get stolen
- performers cannot rest or concentrate before show because too many distractions

A great show requires great teamwork. Let's give a big round of applause for the people who work PROFESSIONALLY behind the scene.
thedyingsirens wrote on May 7
mryasha said
bisa jadi Super Manager ;>
seperti dirimu? hehehe

link lagi aaaah....hehehe
fixmanius wrote on May 7, edited on May 7
From my perspective, accomplished musicians are those who do their job professionally and also enjoy it. No one would be out of ordinary without the passion, and I believe it applies to any other fields too. :)

Hehe, this might have nothing to do with what you and selectapop are defining as "respecting each other", but to tell you the truth, in my field area, there is always a scent of rivalry here between the professionals, teachers, performers, etc.. Lol..
selectapop wrote on May 7
tau buku 'Moving up in the music business gak?" bagus tuh! =)
lo ada nggak ga? pinjem duong
anzarra wrote on May 7
saya pengen jadi LO, huhuhu..kapan ya ada yg nawarin..
gabung sama EO, dong. jangan tunggu ditawarin. haha. bisa mulai dr EO kecil, menangani artis kecil. kalo udah ada jam terbang, lakukanlah yang banyak dilakukan kru EO kebanyakan : jadi pecun.

serius. selain nambah jam terbang, honor pecun bisa lebih tinggi. oh ya pecun maksudnya freelancer. kalo jam terbang udah banyak, sering ketemu performer yang itu2 lagi, lama2 jadi akrab sama artisnya/manajernya. lama-lama hafal ridernya. seperti kalo gue megang Helena, udah tau, 5 menit sebelum dia naik panggung semua smoke gun harus mati, supaya pas dia di panggung gak ada asap lagi. she's alergic. hal kecil, tapi kalo alerginya dateng dia gak bisa nyanyi?

so i must tell you, it's a tough tough job. harus bisa gerak cepat, mikir cepat. kalo apa yang ada di rider itu sifatnya membantu. gak perlu mikir dia minumnya apa, makannya apa, pake handuk apa, kan? membantu. tapi di lapangan ada banyak kejutan yang kalo salah nanganin bisa fatal.

once, gue harus anterin dewi persik ke toilet, pdhal dia udah di bakstage. lalu lintas belakang panggung yang nyelip sana sini harus bener2 hafal. udah nembus salon sebelah, toiletnya mati dan harus ke toilet umum. begitu buka pintu salon, an melihat orang banyak, dewi langsung cemas dan uhm, rewel. itulah saatnya, harus menjadi 'tameng hidup' buat si artis dari keroyokan dan pertanyaan dan macam2 lagi tindakan orang yang tak terduga. termasuk bernegoisasi dengan mbak2 yang udah ngantri duluan di toilet tersebut, supaya si artis dapet masuk ke toilet duluan.

ribet ya? iya. tapi gue seneng. most artist will happily thank you, if you've done your job PROFESIONALLY. and that's makes me happy. gue resign karena butuh waktu istirahat lebih banyak di rumah, hehehe. karena semuanya capek. badan capek, otak capek, mulut capek. waktu istirahat cuma kalo artis udah ada di atas panggung, disitu deh, seperti kata Melanie Soebono, bisa selonjorin kaki. dan gak bisa nonton juga. banyak yang pengen jadi LO supaya bisa nonton gratis, pdhal sih gak ada waktu untuk itu. :)
anzarra wrote on May 7
mryasha said
A great show requires great teamwork. Let's give a big round of applause for the people who work PROFESSIONALLY behind the scene.
thanks yash. people like you was my partner. i stand beside every artist manager i've met and work with. kecuali yang tanpa manajer, haha. dan manajer2 ini sering banget nyusahin, hahaha... tapi gue tau itu buat kepentingan artisnya juga. buat kelancaran acara juga. yang penting komunikasi, sih. banyak juga yang sangat ramah. banyak juga yang banyak maunya tapi jutek mulu. tapi abis acara baik lagi. selalu begitu. apa yang ada di panggung, di venue, stays in stage, venue. gue selalu berprinsip, paling gak pada saat rombongan Anda pulang, Anda senyum sama saya.

dan artis juga harus menghormati manajernya ya. karena mereka selalu siap menampar banyak orang kalo kenyamanan artisnya tidak terpenuhi. ;D
pras18 wrote on May 8, edited on May 8
iya ni mbak,nyumbang masukan bwt diskusi ..saya juga termasuk nge-job in music field..behind the scene...sebagai stage designer...yg ngerancang panggung buat perform...
Jadi yaaa..music offers me a great job (I wish..) and opportunities to up grade my design portfolios...
Wondering..kpn nih manggung di stage rancangan saya..He3...Monggo,silakan liat2 galleries saya....:)..Comment please....
maylaffayza wrote on May 8
Good discussion guys..happy to read all your responds!
varchi wrote on May 9
wah..i'm late to read this Fay..hehe..
me personally in Music Performance n Education..u know what i meant..:)
and i'm learning to develop my Music Management as well rite now..
still remember what we discuss back there in Coffee Bean Fay?
it surely open my eyes..i see smthing new that i never pay attention before..:)
i'd love to see the next discussion..EXCITED..:P

ARCHi
danangbanget wrote on Jun 1
Saya bermusik agar dapat sampai ke telinga dan hati pendengar. Itu target. Saya taruh musik di internet dan silakan siapa saja boleh menikmati >> http://amp.channelv.com/dana dll. Perkara apakah ada fihak yang bersedia mempublikasikan tentu saja saya terbuka menerima tawaran dari manapun. Demo musik sudah mencukupi, mungkin sudah sampai 2-3 album. Fokus sekarang adalah ke hal lain, take a break, sambil sesekali menambah koleksi musik/lagu dan kapanpun ada permintaan recording, saya siap kembali kerja siang malam seperti dahulu waktu bikin rekaman demo bareng Hena & Heni (si kembar backing vocal) di studio rumah. Kalau Mbak Maylaf tertarik kita bisa bicarakan. Segala format memungkinkan untuk dikerjakan tentunya setelah didiskusikan terlebih dahulu.
Sekaligus ini pengumuman untuk yang lainnya.
Peace on Earth,
Dan
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help